PEMANFAATAN MEDIA PENDIDIKAN MATEMATIKA DI SEKOLAH
OLEH: MUHAMAD ANDI, S.Pd
Pendidikan
adalah tonggak kemajuan bangsa. Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan
cita-cita yang ingin di capai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu
rahasia umum bahwa maju tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor
pendidikan. Pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa yang
berkualitas. Indonesia adalah salah satu Negara berkembang di dunia yang masih
mempunyai masalah besar dalam dunia pendidikan. Kita mempunyai tujuan bernegara
”mencerdaskan kehidupan bangsa” yang seharusnya jadi sumbu perkembangan
pembangunan kesejahteraan dan kebudayaan bangsa. Yang kita rasakan sekarang
adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan
menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan
keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Banyak
sekali faktor yang menjadikan rendahnya kualitas pendidikan di
Indonesia. Faktor-faktor yang bersifat teknis di antaranya adalah rendahnya
kualitas guru, rendahnya sarana fisik, mahalnya biaya pendidikan,
rendahnya prestasi siswa, rendahnya relevansi pendidikan dengan
kebutuhan, kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan. Namun sebenarnya yang
menjadi masalah mendasar dari pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan di
Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek, sehingga manusia
yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi
kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Maka di sinilah
dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala
permasalahan pendidikan di Indonesia.
Berkaitan
dengan hal di atas, kualitas pendidikan matematika juga menjadi bagian dari
komposisi kualitas pendidikan nasional, ternyata di Indonesia kualitas
pendidikan matematika masih rendah, karena berdasarkan data UNESCO, mutu
pendidikan matematika di Indonesia berada pada peringkat 34 dari 38 negara yang
diamati. Data lain yang menunjukkan rendahnya prestasi matematika siswa
Indonesia dapat dilihat dari hasil survei Pusat Statistik Internasional untuk
Pendidikan (National Center for Education in Statistics, 2003) terhadap 41
negara dalam pembelajaran matematika, dimana Indonesia mendapatkan peringkat ke
39 di bawah Thailand dan Uruguay. Meskipun kita akui prestasi beberapa anak
bangsa Indonesia amat gemilang di dunia internasional dalam bidang matematika 5
sampai 10 tahun terakhir ini.
Kemampuan dalam
matematika, amat diperlukan oleh manusia pada usia awal perkembangannya
terutama pada saat anak duduk di sekolah dasar. Kemampuan matematika diperlukan
untuk secara kognitif membantu siswa untuk dapat berpikir logis. Bersama dengan
kemampuan berbahasa yang diperlukan untuk memahami ilmu pengetahuan, matematika
perlu dikuasai siswa sekolah dasar untuk membantu mereka mencerna ilmu-ilmu
yang akan datang kemudian pada kelas dan/atau jenjang pendidikan yang lebih
tinggi.
Guru memiliki peranan
penting dalam kemajuan pendidikan matematika di Indonesia. Saat ini masih
banyak guru yang belum profesional dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya
adalah guru belum mampu menemukan media atau alat peraga pendidikan, serta
belum mampu memanfaatkan media yang ada.
padahal alat Peraga atau media sangat penting
dalam menyampaikan informasi ilmu pengetahuan kepada siswa. Penelitian
membuktikan bahwa kemampuan alat indra menerima dan menyerap informasi lebih
besar pada penglihatan (70 % - 85%), dan pendengaran ( 15% - 25%). Siswa lebih
mudah menerima informasi materi pelajaran melalui proses penglihatan.
Sebaliknya, guru akan mudah menyampaikan informasi pelajaran melalui penggunaan
alat peraga bersifat visual dan audio.
Alat peraga merupakan suatu
alat yang dipakai untuk membantu dalam proses belajar-mengajar yang berperan
besar sebagai pendukung kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh pengajar
atau guru. Penggunaan alat peraga ini mempunyai tujuan untuk memberikan wujud
yang riil terhadap bahan yang dibicarakan dalam materi pembelajaran. Alat
peraga yang dipakai dalam proses belajar-mengajar dalam garis besarnya memiliki
manfaat menambahkan kegiatan belajar para siswa, menghemat waktu belajar,
memberikan alasan yang wajar untuk belajar, sebab dapat membangkitkan minat
perhatian dan aktivitas para siswa.
Komentar
Posting Komentar