GURU ADALAH PEKERJA SOSIAL PENDIDIKAN

PEKERJA SOSIAL PENDIDIKAN


1. Latar Belakang Masalah Pendidikan Di Indonesia
         Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya.
       Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan pembangunan di bidang pendidikan?. Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk. Jika hal tersebut terjadi, bidang ekonomi akan bermasalah, karena tiap orang akan korupsi. Sehingga lambat laun akan datang hari dimana negara dan bangsa ini hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini.
Pendidikan bermutu itu mahal”. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah.Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.
Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten.

2.  Faktor Masalah dalam Pendidikan
a)    Mahalnya biaya pendidikan. Merupakan masalah yang umum  karena hal ini berpengaruh pada ekonomi, mahalnya biaya pendidikan berpengaruh kepada kemiskinan yang di alami keluarga sehingga kewajaran bahwa menggap pendidikan itu mahal. Sehingga hal ini terkendala dalam anak yang mau bersekolah dari biaya pendidikan.
b)     Manajemen pendidikan, smenjadi salah salah satu latar belakang masalah pendidikan, apa bila ada ketidak efektifan dan tidak ada penyesuaian, sehingga akan terjadi kendala dalam dunia pendidikan.
c)    pengaruh internal dari individu yang tidak memilki semangat dalam bersekolah, yang memiliki berbagai faktor penyebab kemalasan dari individu, baik teknologi pergaulan dan pengaruh keluarga.
d)    kuarangnya fasilitas belajar, kurangnya fasilias belajar akan mempengaruhi wawasan pada anak, fasilitas sangat berpengaruh pada keberlansungan belajar mengajar, dengan memberikan fasilitas membantu anak dalam proses ini, contoh fasilitas ruangan yang kurang memadai sehingga rawan terjadi bencana, ini merupakan kendala belajar karena ada rasa takut akibat ruagan yang tidak memadia( robohnya ruangan).
e)    akses yang tidak memadai, hal ini umumnya terjadi di daerah terpecil. Ini menuju pada kegiatan belajar mengajar, perjalan siswa menuju ke tempat (sekolah) beresiko. Contoh ketika ada memiliki tekad tetap pergi kesekolah tapi perjalanan menuju kesekolah sangat membahayakan keselamatan anak seperti harus menyebrangi sungai yang deras karena jalanan tersebut tidak memilki jembata. Dari masalah pendidikan tidak memungkinkan pekerja sosial akan menyelesaikan masalah yang ada di dalam dunia pendidikan.
3.Defenisi Pekerja Sosial Di Sekolah
Pekerja sosial sekolah adalah salah satu bidang praktek pekerjaan sosial, yang antara lain memberikan pelayanan konseling penyesuaian diri di sekolah ( school adjustmentcounseling ), tes kemampuan pendidikan (educational testing ), konseling keluarga ( family counseling ) dan pengelolaan perilaku ( behavior management ). Pekerja sosial sekolah juga merespon perwujudan hak-hak semua anak untuk mendapatkan pendidikan termasuk bagi anak-anak yang memilki kebutuhan khusus ( Anak penyandang cacat ) serta keluarganya.
Pekerja sosial berupaya menciptakan hubungan yang seimbang atau serasi antara unsure-unsur yang ada di dalam sekolah seperti antara guru dan peserta didik, antara sekolah dan orang tua ( keluarga ), antara sekolah dan lingkungan masyarakat, dan antara peserta didik dengan orang tuanya.
Jadi disini pekerja sosial tidak hanya mengurusi bagian kesiswaan atau struktur sekolah saja, tapi seorang pekerja sosial juga harus memfokuskan dirinya terhadap hubungan sekolah dengan keluarga siswa maupun dengan lingkungan sekitar sekolah. Berbeda dengan seorang guru yang hanya memfokuskan tugasnya untuk mendidik. Dan seorang guru BK yang memfokuskan pada masalah diri anak didik saja, tanpa memandangnya sebagai kesatuan pribadi yang memilki banyak peran.

4. Peran Pekerja Sosial Di Sekolah
     Pekerja sosial sekolah merupakan daerah khusus praktek pekerja sosial. Pekerja sosial sekolah membantu siswa membuat untuk meraih sukses dalam penyesuaian terhadap sekolah untuk meningkatkan kemampuan belajar mereka dalam lingkungan pendidikan mereka. Pekerja sosial bekerja sama dengan personil sekolah lainnya dan pelayanan sosial lembaga lokal untuk membantu siswa dalam mengatasi atau menanggulangi fisik, emosi atau kesulitan ekonomi, serta sebagai alamat masalah sosial dan perilaku yang mungkin akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk tampil baik di sekolah.Ada beberapa peranan pekerja sosial di sekolah antara lain :
a.  Truant officer  yaitu peran yang sering dilakukan di sistem sekolah yang besar. Pada sistem ini, kemungkinan terjadinya kasus-kasus pembolosan akan lebih besar, dibandingkan dengan sistem sekolah yang lebih kecil.
b.  Advokat yaitu dalam memainkan peran sebagai advokat, pekerja sosial dapat memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap hak-hak pelajar yang dilanggar oleh pihak lain, sehingga pelajar tersebut mampu mendapatkan haknya kembali.
c.   Parent teacher liaision/home schooliasion. Yaitu penghubung orang tua dengan guru atau penghubung rumah dengan sekolah.
d.  Conferee (perundingan ) yaitu peran conferee dapat dilakukan pekerja sosial pada pertemuan pembahasan kasus ( case conference ) pelajar. Temu bahas kasus selain melibatka professional seperti guru, wali kelas, petugas BP, dan pemimpin sekolah, boleh jadi juga melibatkan orang tua. Bertindak sebagai conferee pekerja sosial dituntut mampu memimpin dan mengarahkan pertemuan.
e.  Mediator ( penengah ) yaitu terkadang pekerja sosial sekolah berhadapan dengan situasi yang menuntu sikap netral atau tidak memihak. Pekerja sosial dituntut menengahi hubungan antar dua pihak yang mengalami keterpisahan, keretakkan atau kerusakkan, akibat adanya perbedaan persepsi  atau perbedaan kepentingan.
f.     Broker ( perantara ) yaitu pekerja sosial dapat menghubungkan klien dengan sumber-sumber yang menyediakan pelayanan yang dibutuhkan.
g.  Konselor ( therapist ) yaitu peran sebagai konselor di sekolah telah banyak dimainkan oleh profesi lain, sehingga pekerja sosial perlu mengetahui batas- batas peran sebagai konselor dan mengembangkan peran yang spesifik. Terdapat kecendurungan untuk lebih memandang pekerja sosial sebagai seorang therapist daripada seorang konselor. Konselor melaksanakan konseling, sedangkan therapist melaksanakan psikotherapy.
h.  Tim member (anggota tim ) yaitu sebagai anggota tim, pekerja sosial dengan profesioanl lainnya ( psikolog, therapist bicara, guru pendidikan khusus, therapist fisik, guru pendidikan regular ) dapat membantu menentukan kebutuhan-kebutuhan khusus dan program tertentu yang dibutuhkan untuk anak-anak tertentu.
i.    Mental health Consultant ( Konsultan kesehatan mental ) yaitu pekerja sosial sekolah ( dengan pengalaman pelatihan di bidang psikolagi sosial dari perilaku individu ) dapat bertindak sebagai konsultan untuk aspek relasi manusia sebagai bagian dari kurikulum serta untuk aspek gaya mengajar.

5. Tugas Pekerja Sosial Di Sekolah
      Tugas ini merupakan tidakan yang langsung dilakukan oleh pekerja sosial di sekolah, sehingga ruang garapan pekerja sosial jelas, karena pekerja sosial memiki kesamaan dengan bk ( bimbingan konseling) sehingga pekerja sosial mempunyai tugas sendiri berdasarkan peran dan fungsi sebagai perkerja sosial Selain itu, pekerja sosial di sekolah juga memilki beberapa tugas, diantaranya :
a.         Memfasilitasi pendidikan dan pelayanan sosial bagi siswa, serta menyiapkan pelayanan-pelayanan sosial langsung bagi siswa-siswa “ khusus “
b.         Bertindak sebagai pembela siswa memfokuskan diri pada kebutuhan-kebutuhan siswa yang urgent.
c.         Mengidentifikasi masalah-masalah yang dapat menghambat pelayanan, menghubungkan dengan lembaga-lembaga.
d.         Bekerja sama dengan guru menggunakan teknik-teknik yang tepat dalam memotivasi siswa untuk belajar .
e.         Menghubungkan orang tua dengan lembaga lain untuk membangun kekuatan relasi antara siswa dengan komunitasnya secara efektif.
f.            Berkoordinasi dengan berbagai keterampilan antar disiplin ilmu yang memebrikan pelayanan pada siswa.
g.         Mengembangkan dan memelihara hubungan produktif anta sekolah, lingkup pekerja sosial dan praktek-praktek lainnya.

6. Persaaman dan perbedaan Pekerjaan Sosial Dengan BK
Persamaan perbedaan ini antara pekerja sosial pendidikan dengan Bk telah memiliki ruang garapan masing-masing dan tugas peran masing ada punperbedaannya sebagai berikut :
Persamaan
Perbedaan

1.  Melakukan Advokasi, dalam artian peksos memberikan pembelaaan apa yang menjadi hak siswa, dalam pembelaan sehingga menjadi penengah dalam melaksanakan mendapatkan solusi ketika siswa mendapatkan masalah atau kendala baik dalam pendidikan dan hal-hal yang menjadi permasalahan yang dihadapi.
2.  Melakukan Konseling, ketika kita melihat bahwa pekerja sosial juga mempelajari teknik konseling, tetapi bk memberikan pelayanan melakukan konseling apa bila ada siswa yang memiliki tingka laku yang negatif. Dan dari hal ini merupakan  landasan dari kesamaan peksos pendidikan dan  BK.
3. Memiliki Kode Etik, pekerja sosial dengan BK sama –sama memiliki kodek etik tentang kerahasian. Kerasian ini dilakukan kepada klien/ siwa, dalam artian tidak mebeberkan dengan luas aib atau masalah yang di hadapi klien.


1. pekerja sosial pendidkan memiliki ruang cakup yang luas, hingga sampai pemerianta ketika ada sangkut baut dari sekolah,sedangakan BK hanya dalamlingkup sekolah saja dan tidak bisa melakukan hubungan dengan pemerinta




2. pekerja sosial memiliki sistem sumber sehingga menjadi penghubung, dalam artian ketika ada siswa yang mendapatkan masalah atau ketika siswa ingin melakukan perubahan tingka laku maka pekerja sosial menghubungkan ke konsulor untuk memberikan terapi, sedangkan bk hanya sebatas konseling.
3. BK melakukan penegasan peraturan kepada siswa artinya memberikan sangsi berupa poin sesuai dengan peraturan yang berlaku sedangkan peksos tidak ikut serta dalam meberikan penegasan peraturan sekolah.









7. Kesimpulan
o    Pekerja sosial sekolah adalah salah satu bidang praktek pekerjaan sosial, yang antara lain memberikan pelayanan konseling penyesuaian diri di sekolah (school adjustmentcounseling ), tes kemampuan pendidikan (educational testing ), konseling keluarga ( family counseling ) dan pengelolaan perilaku (behavior management ). Pekerja sosial sekolah juga merespon perwujudan hak-hak semua anak untuk mendapatkan pendidikan termasuk bagi anak-anak yang memilki kebutuhan khusus ( Anak penyandang cacat ) serta keluarganya
o    Jadi disini pekerja sosial tidak hanya mengurusi bagian kesiswaan atau struktur sekolah saja, tapi seorang pekerja sosial juga harus memfokuskan dirinya terhadap hubungan sekolah dengan keluarga siswa maupun dengan lingkungan sekitar sekolah. Berbeda dengan seorang guru yang hanya memfokuskan tugasnya untuk mendidik. Dan seorang guru BK yang memfokuskan pada masalah diri anak didik saja, tanpa memandangnya sebagai kesatuan pribadi yang memilki banyak peran.
o    Pekerja sosial pendidikan memilki peran tugas dan fungsi kususnya dalam sekoalah, peran dan tugas ini merupakan landasan pengertian pekerja sosial dalam menciptakan kesejahteraan.
o    Pekerja sosial memiliki persamaan dan perbedaan, memilki ruang garapan masing-masing, pekerja sosial bukan hanya membahas kesiswaanya tetpi pekerja sosial lebih luas membahas tentang masalah sosial dalam dunia pendidika




Daftar pustaka
href="http://kolomkiri.wordpress.com/2011/06/08/15-masalah-mendasar-dunia-pendidikan/feed/

Hurlock, Elizabeth. 1980. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.
Sumber  lain :
Sukoco,dwi heru.1991. Profesi Pekerjaan Sosial dan Proses Pertolongannya,  Bandung: Koperasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial
. An Ecological Perspective of Social Work Services in School. Paula Allen-Meares. University of Michigan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN MADRASAH

PEMANFAATAN MEDIA PENDIDIKAN MATEMATIKA DI SEKOLAH